Merayakan Kepergianmu

◊ Merayakan Kepergian ◊

Kini aku mengerti. Tak peduli sehebat apapun aku menginginkanmu untuk tetap tinggal, kepergianmu tetaplah sesuatu yang tak pernah bisa kuhindari. Karna kau akan tetap memilih untuk pergi. Tanpa alasan yang jelas kenapa semuanya harus disudahi. Wlau telah kukejar sekalipun, kau tetap meilih berlari kucari sekalipun, kau tetap memilih sembunyi.

Kehilanganmu benar-benar berhasil membuatku tersesat pada cinta yang tidak tahu kapan ia harus berhenti. Yang dulunya pernah kau ulurkan tangan agar kita selalu melangkah bersama. Tapi kenyataannya? Semunya hanya tersisa ingatan-ingatan yang semakin lama semakin membekas membentuk luka, dan ingatan itu adlah jejakmu. Yang masih terlihat sangat jelas kau tinggalkan, saat dirimu melangkah pergi dengan ribuan tanda tanya.

Setiap kali ingatan itu kembali, rasanya mengenalmu adalah skenario terburuk yang pernahkualami. Kenapa kita dipetemukan, jika pada akhirnya saling memunggungi. Kenapa kita saling membahagiakan, jika pada akhirnya harus ada yang tersakiti. Mungkin benar, aku tidak pernah cukup dimatamu. Bahkan setelah semua perjuangan dan segala perngorbanan, aku masih saja tidak pernah cukup untukmu.

Tapi sekarang aku sadar. Tidak seharusnya hati ini masih berharap pad apulangmu. Tidak seharusnya aku menyakiti diri sendiri dengan menunggu kembalimu. Tidak seharusnya aku berpikir bahwa harapan itu masih ada sementara dirimu telah bahagia bersamanya. Akau tahuy, itu memang tidak seharusnya ada dikepalaku.

Hingga pada akhirnya aku menyerah. Karna kita hanya sebuah takdir yang salah. Yang sebatas singgah, yang sebatas menganl lalu patah. Yang pernah menjadi rumah lalu berbalik arah.

Pada akhirnya aku berhenti. Karba harap itu telah mati. Karna hati ini sudah terlalu lelah disakiti seseorang yang tidak pernah mengerti cara menghargai.

Dan kutahu, bagaimanapun nantinya. Hidup harus tetap kembali berjalan, walau tanpa dirimu didalamnya. Seperti hari-hari sebelumnya. Sebelum kau dihadirkan semesta sebagai bahagia. Sebelum kau dihilangkan semesta sebagai air mata.
Mungkin sekarang saatnya, kau harus benar-benar kehilangan seseorangan yang ingin mengajarkanmu arti ketulusan.
Mungkin sekarang saatnya, kau harus benar-benar kehilangan seseorang yang selalu menjadikanmu tujuan.

Selamat merayakan kepergian.
Untuk aku,
Untuk kamu,
Untuk kita yang takkan lagi hidup dalam bahagia yang sama








Gracias for visit and reading, ini adalah karya dari penulis wattpad dengan username penghujungcerita. Admin juga mempunya akun instagram bernama @penghujungcerita , dibawah merupakan link dari prosa berjudul Jika Ternyata Bukan kita
https://www.wattpad.com/743229167-jika-ternyata-bukan-kita-merayakan-kepergian

Jangan lupa follow komen, dan kritik apa yang kurang. Kalian juga bisa requast pembahasan apa yang akan fbr upload untuk blog selanjutnya, yang Ishaallah akan fbr sanggupi.  GRACIAS telah membaca blog fbr, sering-sering mampir ya.
↓↓↓↓↓↓